Sabtu, 15 Oktober 2016

Kunik dan Rumah

Hai sahabat, apa kabar?? maaf aku ga pernah meyentuhmu untuk beberapa tahun terakhir. Yaaahhh kesibukan baruku sudah dimulai dari beberapa tahun lalu. Kesibukan yang sangat berarti dalam hidupku,. Mengurus anak dan suami. Yah, itulah Rutinitasku. tapi seiring dengan berjalan waktu, aku sudah tak lagi mengurus anak.Kunik ada di Jombang bersama oma dan opa nya. Sedangkan aku sendiri dan suami ada di Surabaya untuk mencar segala sesuatu untu masa depan kita semua. Aku tdk bisa membiarkan suami bekerja sendirian mencukupi keluarga, krn aku ingin berbagi segala sesuatunya. Aku ingin membantu meringankan bebannya

Pada awalnya, aku mengurus mereka semua. Kunik, yaaahhh itu nama panggilan kesayangaku ke buah hatiku. Nama Sebenarnya Adalah  "ALMIRA DENISHA EVELYNA HADI". Kunik lahir premature, dengan berat hanya 2,3 kg. saat itu ketubanku pecah  dengan sendirinya saat aku dirumah orang tuaku.Sedangka muklish, di Surabaya untuk bekerja dan menyelesaikan kuliahnya. Lahirya kunik dengan kondosi premature, membuat dia harus masuk inkubator selama seminggu. Gundah itu sudah pasti aku alami. Melihat putri ku masuk inkubator sedangkan aku dikamar yg sebenarnya nyaman. Harusnya dia juga berada di dekatku saat itu. Aku harus berjalan naik tangga untuk menyusui kunik setiap 2 jam sekali. Lahirnya kunik membuat aku merasa hidup. Betapa tidak, aku yg dulunya terpuruk krn suatu masalh, kini aku memiliki penghibur hati. 

ketika kunik usia 11 bulan,aku dapat tawaran pekerjaan di Surabaya. Mama bilan, "terima aja, bantu suamimu cari uang. biar Kunik sama aku disini. kamu bisa pulang seminggu sekali". Aku menerima tawaran pekerjaan itu hingga sekarang. 

Banyak masalah yang kita hadapi saat itu. Salah satunya adalah ketika aku tau bahwa papa ku punya istri llagi dan punya anak lagi. Shock, stress dan marah jadi satu. Ga nyangka aku punya adik lagi. Rasa benci mulai timbul sedikit demi sedikit. aku ingin berontak, tapi apalah daya. semua sudah terjadi. aku bisa apa ?? terlebih lagi mamaku yang mulai terganggu kesehatannya. apa yng dia bicarakan dengan apa yg dia pikirkan ga sinkron. Perna suatu saat ketika aku dirumah, mama bermaksud untuk menghangatkan air. Bukan panci yang diletakkan di atas kompor, tapi piring kaca yg diletakkan di atas kompor. Sontak piring itu pecah dan mama mulai terlihat ling lung. Setelah sekian lama, aku membawanya untuk ke semacam guru mengaji, alhamdulillah saat ini sudah membaik. 

Di surabaya selama 3 tahun aku dan suami tinggal di kost. Tiga tahun bagiku bukan waktu yang singkat. Keinginan untuk memiliki rumah sendiri sudah sangat bulat. Hampir setiap pameran rumah kita datangi. Tapi lagi lagi kita di khawatirkan dengan Cicilan yang suku bunganya upto date.sementara penghasilan suami, tidak tentu. Lama sekali kitya mencari referensi tanya kesana kemari, hingga akhirnya kita nekad ambil rumah di daerah gresik. Setelah pemberkasan dan wawancara dengan pihak bank, akhir kita tidak mendapat acc dari pihak bank akrena saat itu aku sudah tidka bekerja lagi. selang 3 hari, suami dapat info rumah dijual tanpa suku bunga yang up to date. Dan akhirnya kami mengambilnya hingga saat ini kami menempatinya.